RSS

Minggu, 23 Maret 2014

Konsepsi IBD dalam Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk .
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.



  •    Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan


  1.        Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
  2.        Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
  3.        Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
  4.        Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
  5.        Budaya daerah dan budaya nasional
  •    Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
  • Sistem Religi/ Kepercayaan
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Ilmu Pengetahuan
  • Bahasa dan kesenian
  • Mata pencaharian hidup
  • Peralatan dan teknologi
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat.
Secara morfologis kata kesusastraan, yang lebih sering hanya disebut sastra, dapat diuraikan atas konfiks ke-an yang berarti ‘semua yang berkaitan dengan  prefiks su ‘baik, indah, berguna’ dan bentuk dasar sastra yang berarti ‘kata, tulisan, ilmu’.Jadi, menurut uraian di atas kesusastraan adalah semua yang berkaitan dengan tulisan yang indah. Sedang menurut arti istilah, kesusastraan atau sastra ialah cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai medium.

     1. Pendekatan kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.


2. IBD yang dihubungkan dengan prosa
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsure dari kebudayaan. Sehingga Puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan
Figura bahasa
Kata-kata yang ambiguitas
Kata-kata yang berjiwa
Kata-kata yang konotatif
Pengulangan
Dalam kesusastraan Indonesia, kita mengenal :
a.    Prosa lama meliputi:
dongeng, hikayat, sejarah, epos, cerita pelipur lara
b.    Prosa baru meliputi:
Cerita pendek, roman/ novel, biografi, kisah, otobiografi


3. Nilai- nilai dalam Prosa Fiksi
Sebagai bagian dari seni, yang lebih menekankan pada cerita. Mau tidak mau karya sastra ini langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain dalam Prosa Fiksi mengandungg beberapa nilai yakni
  1. Memberikan kesenangan
  2. Memberikan informasi
  3. Memberikan warisan cultural
  4. Memberikan keseimbangan wawasan

       4. IBD yang dihubungkan dengan puisi
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsure dari kebudayaan. Sehingga Puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan
  1. Figura bahasa
  2. Kata-kata yang ambiguitas
  3. Kata-kata yang berjiwa
  4. Kata-kata yang konotatif
  5. Pengulangan
Adapun tujuan penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

1. Makna hubungan puisi dengan pengalaman hidup

Penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Yang artinya manusia senantiasa ingin selalu memiliki salah ssatu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpalan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.

2. Puisi dengan kesadaran individual

Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk berfikir menurut hati nurani, baik untuk orang lain maupun diri sendiri.

3. Puisi dengan keinsafan social

Dalam puisi syarat dengan masalah sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Yaitu bisa berupa :

-  Penderitaan

-  Perjuangan

-  Konflik

-  Pemberontakan terhadap hukum Tuhan

                 Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih.


Contohnya dalam puisi Rendra dengan judul “Maskumambang” misalnya, melukiskan ganbaran bangsa ini, Bangsa Indonesia.



Maskumambang – W.S. Rendra


Kabut fajar menyusup dengan perlahan
bunga Bintaro berguguran di halaman perpustakaan
di tepi kolam, di dekat rumpun keladi
aku duduk diatas batu melelehkan airmata
Cucu-cucuku
zaman macam apa,
peradaban macam apa
yang akan kami wariskan kepada kalian.
Jiwaku menyanyikan lagu maskumambang
kami adalah angkatan pongah
besar pasak dari tiang.
kami tidak mampu membuat rencana menghadapi masa depan,
karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu
dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini
maka rencana masa depan hanyalah spekulasi, keinginan, dan angan-angan
Cucu-cucuku
negara terlanda gelombang zaman edan
cita-cita kebajikan terhempas batu
lesu dipangku batu
tetapi aku keras bertahan
mendekap akal sehat dan suara jiwa
biarpun tercampak diselokan zaman
Bangsa kita kini
seperti dadu terperangkap dalam kaleng hutang
yang dikocok-kocok oleh bangsa adi kuasa
tanpa kita bisa melawannya
semuanya terjadi atas nama pembangunan
yang mencontoh tatanan pembangunan di zaman penjajahan
Tatanan kenegaraan dan tatanan hukum
juga mencontoh tatanan penjajahan
menyebabkan rakyat dan hukum hadir tanpa kedaulatan
Yang sah berdaulat hanya pemerintah dan partai politik
o comberan peradaban,
o martabat bangsa yang kini compang-camping
negara gaduh, bangsa rapuh
Kekuasaan kekerasan meraja lela
Pasar dibakar, kampung dibakar,
gubuk-gubuk gelandangan dibongkar
tanpa ada gantinya
semua atas nama tahayul pembangunan.
restoran dibakar, toko dibakar, gereja dibakar,
atas nama semangat agama yang berkobar
Apabila agama menjadi lencana politik
maka erosi agama pasti terjadi
karena politik tidak punya kepala,
tidak punya telinga, tidak punya hati,
politik hanya mengenal kalah dan menang
kawan dan lawan,
peradaban yang dangkal
Meskipun hidup berbangsa perlu politik,
tetapi politik
tidak boleh menjamah kemerdekaan iman dan akal
didalam daulat manusia
namun daulat manusia
dalam kewajaran hidup bersama di dunia
harus menjaga daulat hukum alam,
daulat hukum masyarakat
dan daulat hukum akal sehat
Matahari yang merayap naik dari ufuk timur
telah melampaui pohon dinding
udara yang ramah menyapa tubuhku
menyebarkan bau bawang yang digoreng di dapur
berdengung sepasang kumbang yang bersenggama

Begitu beragam karya satra yang erat kaitannya dengan kebudayaan kita, kesustraan akan selalu mewarnai dan menjadi pemanis dalam kehidupan berbudaya. Terus lestarikan sastra dan budaya dengan terus belajar dan menggali potensi diri. Terus berkarya dengan berlandaskan kebudayaan.

sumber:


http://youtube.com/watch?v=0UvHkofZybE

http://wahyuprakosa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26643/bab3-konsepsi_ilmu_budaya_dasar_dalam_kesustraan.pdf
http://yovan-widiyanto.blogspot.com/2012/03/konsep-ilmu-budaya-dasar-dalam.html
http://karaminafuadygunadarma.tumblr.com/post/40486564413/tugas-ibd-2-konsep-ilmu-budaya-dasar-dalam
http://nusantara-kata.blogspot.com/2011/03/maskumambang-ws-rendra.html?m=1
Read Comments

Manusia dan Kebudayaan

Berdasarkan cuplikan berikut, kita dapat mengidentifikasi kaitan manusia dengan kebudayaan. Saya mengibaratkannya dengan "Wayang". 
Wayang merupakan hasil dari kebudayaan Indonesia yang menceritakan kehidupan manusia. dalam konteks ini sudah erat kaitannya "Manusia dan Kebudayaan".



Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang erat terkait satu sama lain. Kebudayaan ada berasal dari karya dan karsa manusia, yang merupakan hasil interaksi manusia  dengan segala isi yang berada dalam alam raya ini. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.


1. Unsur- unsur yang membangun manusia
Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalamgolongan mahluk mamalia ( biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperolehkeuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.
A.   Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :
·         Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruangdan waktu.
·         Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
·          Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
·         Nafs; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri

B.   Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
·         Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libidomurni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secarainstingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
·         Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
·         Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego  menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

      2. Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan  Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.  menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.
Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

3. Kepribadian Bangsa Timur


Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur. Padahal kosep tersebut berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman ketika mereka berekspansi menjelajahi dunia, menguasai wilayah luas di Afrika, Asia dan Oseania, dan memantapkan pemerintah- pemerintah jajahan mereka dimana- mana. Semua kebudayaan di luar kebudayaan mereka di Eropa Barat disebut kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan mereka sendiri yang mereka sebut kebudayaan Barat.
Orang- orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih mementingkan kehidupan kerohania, mistik, pikiran preologis, keramahtamahan, dan gotong royong, sedangkan bangsa Barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna), dan individualisme.
Namun sudah selayaknya, kita sebagai bagian dari Bangsa Timur bersyukur dan berbangga hati karena Bangsa ini terpandang sebagai Bangsa yang terhormat. Sikap ketimuran yang telah diturunkan dari generasi ke generasi menjadi batasan dan pedoman kita dalam bertinggkah laku yang positif. Kepribadian bangsa tercermin dari hasil karya manusianya itu sendiri, yakni kebudayaan. Kebudayaan yang berkembang pada Bangsa ini menuntut manusia menjadi insan yang berbudaya.

4. Pengertian Kebudayaan



Kebudayaan berasal dari kata budaya sedangkan budaya adalah bentuk jamak dari kata budi-daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa snsekerta buddayah yaitu bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal.dalam bahasa inggris kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata Cultuur, dalam bahasa latin, berasal dari kata corela.
Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli:
E.B. Tylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
R. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil ntingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat.

5. Unsur- unsur Kebudayaan
Adanya perbedaan wujud kebudayaan antara satu budaya dengan budaya lain disebabkan karena dalam masyarakat terdiri atas berbagai unsure, baik yang besar maupun yang kecil yang membentuk satu kesatuan. Ada banyak pendapat tentang unsure-unsur yang membentuk satu kebudayaan.

  •     Melville J. Herskovits, unsur-unsur kebudayaan terdiri atas sebagai berikut:
  1.      Alat-alat teknologi
  2.      System ekonomi
  3.      Keluarga
  4.      Kekuasaan politik
  •     Bronislaw Malinowski menyebutkan unsur-unsur kebudayaan sebagai berikut

  1.     System norma-norma yang memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat agar menguasai alam sekelilingnya.
  2.      Organisasi ekonomi
  3.     Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-[etugas untuk pendidikan, perlu diingat bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama
  4.      Organisas kekuatan


  •   Kluckhohn berpendapat bahwa terdapat tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal (cultural universal) artinya ketujuh unsur ini dapat ditemukan pada semua kebudayaan bangsa di dunia yaitu:

  1.        System religi
  2.        System pengetahuan
  3.        System mata pencaharian hidup
  4.        Sistem peralatan hidup atau teknologi
  5.        Organisasi kemasyarakatan
  6.        Bahasa
  7.        Kesenian
Tiap-tiap unsure kebudayaan ini dapat diperinci menjadi unsure-unsur yang lebih kecil hingga beerapa kali. Dengan metode Raplh Linton pemerinci dapat dilakukan hingga empat kali. Karena serupa dengan kebudayaan dalam keseluruhan setiap unsure kebudayaan universal itu juga mempunyai tiga wujud Yaitu wujud system budaya, wujud sistem sosial dan wujud kebudayaan fisik sehingga pemerincian dari ketujuh unsure tersebut masing-masing harus juga dilakukan mngenai ketiga wujud tersebut.
Wujud system dari unsur kebudayaan universal berupa adat dan pada tahap pertamanya adat dapat diperinci lagi menjadi beberapa kompleks budaya. Kompleks budaya dapat diperinci lagi menjadi tema budaya. Akhirnya pada tahap ketiga tiap tema budaya dapat diperinci dalam gagasan.

      6. Wujud kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

  •     Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala- kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

  •     Kompleks aktivitas:
berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati dan diobservasi. Wujud ini sering disebut dengan sistem sosial.

  •     Wujud sebagai benda:
aktivitas manusia saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasilkarya manusia untuk mencapai tujuan. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.

     7. Orientasi nilai kebudayaan
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nila. Munrut C.Kluckhon dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

  1.       Hakekat hidup manusia (MH)
  2.       Hakekat karya manusia (MK)
  3.       Hakekat waktu manusia (WM)
  4.       Hakekat alam manusia (MA)
  5.       Hakekat hubungan manusia (MN)

      8. Perubahan kebudayaan
     Manusia dan kebudayaan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan seseorang bersifat kompleks, dan memilki eksistensi dan berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial. Seseorang mampu mempengaruhi kebudayaan dan memberikan peluang untuk terjadinya perubahan kebudayaan.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok tidak akan terhindar dari pengaruh pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adaya kontak-kontak antar kelompok atau melalui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu apabila kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntutan yang dihadapinya. Pengadopsian tersebut diprngaruhi oleh faktor-faktor fisikal, seperti iklim, topografi sumber daya alam dan sejenisnya.
Perkembangan zaman juga mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut semua kelompok sosial akan bergeser baik itu secara lambat maupun cepat yang akanm menimbulkan antara kelompok-kelompok yang menghendaki perubahan dan yang tidak menghendaki perubahan.
Terjadinya perubahan dapat disebabkan oleh beberapa hal :

  •     Sebab- sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  •     Sebab- sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan juga disebabkan karena adanya difusi kebudayaan, penemuan- penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan suatu kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sangat bertolak belakang dengan perilaku yang dianut didalam kelompok sosialnya. Yang diperlukan disini adalah kontrol sosial yang ada dimasyarakat, yang menjadi suatu “cambuk” bagi komunitas yang enganut kebudayaan tersebut. Sehingga mereka dapat memilah-milah, mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.

      9. Kaitan manusia dengan kebudayaan


Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuia dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
     Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

sumber:

http://radenanindyo.blogspot.com/2012/10/hubungan-manusia-dgn-kebudayaan.html
http://www.referensimakalah.com/2012/11/pengertian-budaya-dan-kebudayaan.html
http://youtube.com/watch?v=pfydro4X2t0


Read Comments

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar



Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah mata kuliah yang mempelajari nilai- nilai kebudayaan serta masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupannya sehari- hari. Secara umum pembelajaran ini sangat dibutuhkan bagi seluruh pemuda pemudi Indonesia, khususnya pelajar tingkat Menengah Atas maupun mahasiswa. Mengapa demikian? Saat ini pemberlakuan materi kebudayaan sudah teramat jarang dijumpai, pendidikan di Indonesia yang terkesan menjadikan pelajar condong satu arah tanpa berpandangan luas diluar bidang spesialisasinya. Inilah yang mengakibatkan sistem pendidikan kita yang salah kaprah.
        Maka dari itu mata kuliah ini diharapkan mampu  menjadikan mahasiswa dari berbagai bidang yang berbeda memiliki landasan serta pokok bahasan yang sama mengenai kebudayaan Idonesia. Agar kelak terjadi relasi antar intelek bangsa ini.
        Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia adalah :
a.       Suatu fakta bahwa bangsa Indonesia dengan kebhinekaragaan budayanya tidak lepas dari ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
b.      Pembangunan yang berlangsung mengakibatkan dampak positif serta negatif mengakibatkan pergeseran sistem nilai budaya , sehingga dengan sendirinya mental manusia terkena dampaknya.
c.       Kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia serta nilai budayanya.

1.       Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian dari MKDU
Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah Mata Kuliah dasar Umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi.  Secara khusus MKDU bertujuan untuk :
a.       Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai- nilai pancasila dan memiiliki intregritas kepribadian yang tinggi.
b.      Takwa kepada Tuhan YME, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
c.       Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan sosial, polotik, kebudayaan, dan pertahan keamanan.
d.      Memiliki wawasan kebudayaan yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama- sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya.
Maka, jelas terlihat perbedaan IBD dengan mata kuliah yang dituntut pada bangku perkuliahan. IBD akan membentuk dan mengembangkan kepribadian mahasiswa, sedangkan mata kuliah lainnya akan menopang keahlian mahasiswa melalui disiplin ilmu tertentu.




2.         Pengertian dari Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep- konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah- masalah manusia dari kebudayaan. Awal mulanya konsep ini berasal dari istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari bahasa Inggris “The Humanities”.  Humanities berasal dari bahsa latin Humanus yang dalam arti bahasa adalah manusia, berbudaya, dan halus. Sehingga munculah gagasan bahwa manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya memerlukan pelajaran mengenai kebudayaan agar teciptalah manusia pada hakekatnya.
                Prof. Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

  •        Ilmu- ilmu alamiah (natural science)
  •        Ilmu- ilmu sosial (social science)
  •        Pengetahuan budaya (the humanities)
Perlu digaris bawahi : bahwa IBD berbeda dengan pengetahuan budaya. dikarenakan pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai- nilai manusia sebagai mahluk berbudaya, sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar mengenai konsep- konsep yang dikembangkan untuk mengakaji maslah- masalah manusia dan budaya.

3.    Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar itu sendiri memiliki tujuan yakni memberikan pengetahuan dasar serta pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah- masalah manusia dan kebudayaan.

4.       Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Pokok bahasan yang dapat diajadikan sebagai abstraksi IBD yakni :

  •        Pengetahuan budaya sebagai pendekatan berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan masalah kemanusian dan kebudayaan.
  •       Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing- masing jaman dan tempat. Manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan- kesamaan akan tetapi ia juga akan mengungkapkan ketidak seragaman.
Manusia tidak dijadikan sebagai objek melainkan sebagai subjek dalam kajian pembahasan IBD. Pokok bahasan yang didapat dikembangkan :
Manusia dan cinta kasih
Manusia dan keindahan
Manusia dan penderitaan
Manusia dan keadilan
Manusia dan pandangan hidup
Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
Manusia dan kegelisahan
Manusia dan harapan
Pokok bahasan tadi merupakan bahasan yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar bukan merupakan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat, dsb.  IBD hanya menggunakan ilmu- ilmu tersebut dalam pendekatan masalah- masalah kemanusiaan dan budaya. IBD tidak mengutamakan sebuah estetika dalam bentuk fisik, namun IBD membentuk manusia menggali estetika dari latar belakangnya dan hubungannya dengan kemanusiaan.


sumber :
http://dimyati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18332/bab1-tinjauan_tentang_ilmu_budaya_dasar.pdf
http://panduperdana4694.wordpress.com/2013/01/10/tinjauan-tentang-ilmu-budaya-dasar/
http://sugiartha26.wordpress.com/2011/03/18/1-tinjauan-tentang-ilmu-budaya-dasar/
Read Comments